Senin, 27 Juni 2011

New Spirit!

Dan saya sungguh tidak membutuhkan Anda yang sekarang. Terlalu munafik memang, tapi buat apa kan ya?
Saya masih tetap saja merasa SAKIT saat kembali mengingat segala sesuatu yang berhubungan dengan ANDA. Childish, MEMANG! ITULAH SAYA! Mungkin ini juga salah satu alasan kenapa saya ter"eliminasi" (dengan cara yang buruk sekali itu). Dan sekarang, saya merasa yakin bahwa Dia memang lebih baik dari saya. Saya pun memang merasa memiliki banyak kekurangan.
OKE! Yang saya sakit hatikan saat ini adalah CARA yang kamu LARI! FINE, KAMU GA SUKA SAYA. Tapi apakah tidak ada cara yang lebih baik untuk "menyakiti" saya? Dan saya TIDAK SUKA cara kamu mendekati SAYA. Dan saya BENCI untuk tiba-tiba teringat hal ini !!! PUASS?!!

Saya yakin Allah punya maksud dengan semua apa yang saya rasa ini. Sudah saya dapatkan sedikit pelajaran dari kejadian ini. Terima kasih untuk selalu memberikan sakit, karena dengan itu saya bisa lebih mengsyukuri rasa nikmat dan bahagia dari-Mu :)

Kamis, 23 Juni 2011

21 JUNI 2011

Selasa, 21 Juni 2011 *\(^O^)/*
Seperti genk-genk diluar sana, SEPAKET pun gamau kalaaaaah ngerayain tahunan nya
Childish sih yaa tapi gimana, berasa punya utang, berasa punya tanggung jawab buat ga ngelewatin moment ini *lebay*
Sebenernya kalo mau ditanggalin, ya SEPAKET ga punya tanggal, tapi kita ga pengen hambar aja tiap tahun cuma ngerayain 10 ulang tahun, 10 kali tiup lilin, maksa deh kita nyari tanggal yang pas sama kerutinan kita ngumpul, hahahahaaa
Nemu deh tuh 21 Juni :D <3
Tahun ini SEPAKET menginjak 4 tahun! Yaaaayy udah gede yah *kalo orang* lagi siap-siap masuk sekolah! hihihihi

Kue nya sederhana bangeet :') tapi makna dari kue dan dari SEPAKET yang geude!
Selasa kemaren tuh sebenernya ga mau bikin acara gede, muluk-muluk banget. Soalnya ketakutan anak-anak nya pada ga bisa. Yaudin kita rencanain kecil-kecilan aja, yang penting ada tiup lilin. Jarkom udah, beli kue udah, lilin nya udah, sama Mpes nungguin anak-anak yang laen nya yang katanya bakal dateng dan bakal ada yang nyusul. Deng deeeeeeeng! Dan personil kita nyaris Lengkap, kawan! Dina sama Mul yang absen!
Tempat pertama yang kita kunjungi adalaaaaaaaaaah yaudah pasti tidak lain dan tidak bukan dan tidak salah lagi, TEMPAT MAKAN. Ternyata nunggu pun berakibat lapar yang amat sangat loh! :P
FESKUL, Dipatiukuuuur :D
hihihihi~
Aku, Dhn, Mery, Mpes, Neng, Uyul disusul Iia sama Wilson :D
Dina dan Mul yang gabisa dateng karena kerja :'(
Abis gimana, ga bisa nuntut juga ke mereka, kerjaan itu lebih penting, kita ngerti itu
Makan dan tiup lilin
HAPPY 4TH ANNIVERSARY !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tempat selanjutnya =======> KAROKE
Menuju lah kita ke BIP, berharap ada room yang bisa langsung masuk, tapi itu ga mungkin. hahaha. Waiting deh kita selama 1 jam 30 menit. Project pop Karoke, trying something new! Yaaaah not bad lah




Ketemu Dina ditempatnya dan setelah itu, selesai lah acara kita! :D
Maaf kalau kurang menyenangkan, aku gatau kalau sampai 80% bisa dateng semua.
Lain hari, lain waktu, lain kesempatan kita do something more fun!

Love yaaaaa SEPAKET :*

Minggu, 19 Juni 2011

Crazy Sunday! :D

Awalnya sih hari minggu ini mau santey dirumaaaah, soalnya rada sedikit agak mumet sama jadwal dikampus. UAS dan (sedikit) rapat =,= 大変でした!Tapi merubah pikiran waktu kawan atau bisa disebut dulur meng-sms untuk akan datang kerumah. Yaaaaaaaaaaaaaa syenaaaang tentu sajaaaa udah lama juga ga ketemu. Libur panjang akan segera datang, kita padatkan dulu aja jadwal sekarang-sekarang ini :D
Datanglah mereka, Eno sama Dini disaat aku nundutan ;O
Seperti biasaaaa, langsung "bisnis" ahahaa diskusi mengenai video apa saja yang sudah mereka dapatkan selama ga ketemu. Copy-Paste all day long! Lumayan lah nambah koleksi video, meskipun belum tentu diliat :P
Selanjutnya yaa begituuu sajaaa, online, rumpi, dan nge-mie. Daaaaaaaaaaaaaan webcam-an!
Nyahaaaaaaa 1 jam menghasilkan 200 sekian foto dan 1 video lipsync! :D
Buat ngejadiin salah satu foto jadi PP facebook aja pusing nya minta nambah! Bingung saking banyak nya :D






































ini dia 37 dari 200 sekian foto :D masih ada 1 video yang gakan aku share disini, silahkan kunjungi sitinuraini.tumblr.com jika ingin melihatnya :D hhihihi
engga semua bagus fotonya, tapi 10 tahun lagi dari sekarang lia foto ini pasti bakal kangen banget sama kalian :') hahahahahahahahaaaa
2011年6月19日

Rabu, 15 Juni 2011

Apa siiiih? Apa dooonk?
x(
mood lagi jeleeeeeeek! ketambah orang sekitar ada yang badmood juga jadi makin deh!
Sebenernya lagi ga pengen mikirin macem-macem tapi kepikiran ajaaaa
Lagi pengen dikasih semangat tapi sama siapaaaaaaa
Cerita apa yang lagi aku pikirin aja enggaa =,=
down sekaleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
pengen cepet libur tapi ga pengen dihubungin siapa-siapa (kecuali SEPAKET)
bisa? yakin bisa?
ENGGA
mulai bosen sama lingkungan sekitar, jenuhh dan merasa ga mampu!
SEE?
SAYA BUTUH ORANG YANG SELALU ADA WAKTU SAYA NGERASA SENDIRI!!!

Jumat, 10 Juni 2011

Apa yaaaa?

Ini apa? *sambil nunjuk layar notebook* hahaaa *pertanyaan bodoh*
Pagi-pagi bangun tidur cukup dikejutkan dengan slide mimpi yang aneh sih menurut aku.
Dideketin lagi sama orang yang dulu pernah begini begitu (red: exboy)
Aneh
Iya aneeeeeh
Padahal emang sebelum tidur juga bahkan ga mikirin dia sama sekali tapi tiba-tiba muncul dimimpi seperti begituu~
Dideketin,
iyaa loooh dideketin ulang
hahahaa tapi pas dia ngedeketin itu malah yang ada dipikiran aku tuh si mantan yang sesudah aku
hahhhaa nah loooh
untung aku ngejauh :P
ternyata dalam mimpi pun aku ga bego-bego amat
hhahaaa
Terima Kasih Ya Allah :D
Laluuuuuuuu sore hari nya aku buka twitter deng deng deeeeeng
udah banyak RT-an dari temen-temen sekelas aku yang meng-RT mention nya si exboy ituuu
trus kenapa aku ke mention juga sama si temen-temen sekelas itu?
haaaaaaaaaaaaah
setelah ditelusuri yaaaa, di exboy itu mention ke aku jugaaa
BUAHAHAHAHAHAHAHAAAA
MIMPI APA GUEEEE SEMALEM?! DIMENTION SAMA MANTAN YANG SANGAT DENGAN SENGAJA NGE-BLOCK TWITTER GUEEEE?!
cuma bisa nguaaakakakakakakaaak ituuu wkwkwk
iyaa tapi aku RT lagi si RT-an temen aku yang meng-RT post-an si exboy, lalalalallalalalala~
saya sangat amat dengan teramat menghargai itikad baik kamuuuu yaaa :) Terima Kasih!
sedikit meluluhkan RASA BEKU akibat RASA SAKIT yang teramat sangat dimasa lalu itu, bagus lah :)
tapi da emang ga benci sih dari dulu juga, cuma BEKU ajah!

yaaaaaa namanya indonesia ya, negara yang saya cintai dan hargai, kalo ga ngehubung-hubungi sesuatu dengan hal yang ga logis rasanya ga apdol,
trus ini apa hubungan nya sama mimpi semalem?
CKAAAAAAAAAKAAAAAAAAAAAK!! :DDDD
*ngkak guling guling*
yaudah lah yaaaaa semoga ini pertanda baik untuk hubungan kita yang lebih baik :))

Rabu, 08 Juni 2011

Sekilas Galau :p

Menyapa,
Sapaan yang sedikit memang saya harapkan
untuk apa ya? apa silahturahmi?
Oke :) terimakasih karena masih ingat untuk bersilahturahmi
Tidak akan pernah saya jadikan ini sebuah
"bibit" kekecewaan lagi
Syudaaaaaaaaaaaah cukup! :)

Iya, sungguh!
Saya mengucapkan banyak Terima Kasih karena masih ingat bahwa saya MASIH ADA :)

Senin, 06 Juni 2011

Sensitif Bulanan xP

Haaaaaaaaaaaa kenapa ini dari tadi siang emosi bener-bener ga nentu x( bawaan nya pengen dieeeeem mulu, pengen sendiriiii mulu di kamar! Tapi kalo kelamaan diem gini malah pusyiiiiing, haaaaaaaaaaa =,=
Mau UAS dan ngerjain tugas pun MAKIN ga mood. Oke! Ini masih awal juni dan aku sudah bertingkah laku seperti ini. Ayoooo laaaah be nice, June!

Minggu, 05 Juni 2011

"Awal yang menjadi Akhir"

Tunangan. Acara tidak begitu resmi tapi menuntut kita untuk berpakaian sedikit resmi. Sore ini mesti ke rumah Desi, teman satu bangku aku selama dua tahun semasa SMA, dengan pakaian yang sedikit rapi itu. Karena memang ada acara pertunangan Desi dengan Guntur yang sudah satu tahun lebih bersama. Dan seperti biasa, aku sangaaaat susah memilih pakaian yang sedikit rapi itu. Tepatnya pakaian yang sedikit ”wanita”. Iyalah, sehari-hari yang dipakai hanya kaos, jaket/sweater dan jeans, sungguh wajar sekali jika ada acara yang sedikit resmi seperti ini aku kelabakan akan memakai pakaian apa dan seperti apa.
Setelah obrak-abrik dua lemari, yaitu lemari ibu dan lemari aku sendiri, beserta hasil dikusi dengan ibu, aku memutuskan untuk memakai kemeja bergaris nyamping warna soft dengan ukuran besar dan dipadu dengan sabuk besar yang diletakkan tepat diperut (sungguh aku enggak ngerti disebut apa memakai pakaian yang model nya seperti ini) dengan jeans hitam yang dipaksakan pas dengan paduan converse hitam. Yah! Semoga pakaian ini akan terlihat sedikit resmi.
Tepat jam 2 aku berangkat menggunakan si motor yang harus nya menjadi motor kesayangan, karena aku mendapatkan motor ini dengan sedikit paksaan, secara ini motor mathic berwarna pink! Yepp. Setibanya, di depan rumah Desi masih sepi. Iya, karena memang acara dimulai sore meunju malam. Desi masih santai, mungkin dia sedang nervous. Hanya selang beberapa topik pembicaraan yang kita bahas, satu persatu para anak-anak SEPAKET, nama sebuah kumpulan yang oleh kalangan anak-anak SMA disebut Genk, datang dengan pakaian yang tidak begitu berbeda dengan aku. Sedikit lega karena aku ternyata tidak seorang diri menggunakan kemeja dan jeans.
Dan, seperti biasa, ”SEPAKET kalau ngumpul, pasti bikin ribut”. Aku sangat amat nyaman, senang, dan memang sedikit cape dengan keadaan ini. Tertawa sepanjang ngumpul. Itu yang dilakukan. Ditengah ke-ter-tawa-an kita, Desi menuju salon ditemani sang Mamah untuk siap-siap menanti sang Guntur, karena sekarang sudah jam 3 sore. Ngobrol, mengejek, tertawa terbahak-bahak, makan jamuan dari tuan rumah. Itu yang dilakukan kita selama Desi berada disalon. Daaaaaan, jeng jeeeeng! Desi datang dengan wajah full make up, terusan tangan panjang dan kerudung yang dirangkai begitu rumit tapi bagus. Cantik! Teriak kita semua serentak, kecuali cowok-cowok yang mungkin memang gengsi untuk mengungkapkan suatu pujian. Ya, selanjutnya sesi foto-foto dengan calon penganten.
Suasana yang tadinya sepi, hanya saudara dan tetangga yang bantu sana sini, semakin lama semakin malam tamu pun satu persatu datang. Karena ruangan didalam tidak mencukupi kita untuk tetap berada disana, kita memutuskan untuk diam duduk diluar, di depan rumah, layaknya pager ayu yang menyambut para tamu. Dan tak lama kemudian, keluarga Guntur pun datang, dan acara pun akan segera dimulai. Aku pribadi ingin sekali melihat prosesi yang berlangsung, mungkin bisa sedikit mempelajari untuk bagian ku nanti. Hehehe. Kita semua pun bergegas duduk di teras tepat depan pintu. Yah setidaknya saya masih bisa mendengar suara prosesi didalam. Selama prosesi, ada dua cowo yang celingak-celinguk di depan pager. Satu badan besar dan satu badan tinggi. GunturSiapa itu? Tidak terlalu aku pikirkan, karena aku terlalu terkonsentrasi pada acara di dalam dan pada becandaan SEPAKET.
Yaaaa prosesi yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Makan-makan!! Alhamdulillah tuker cincin pun selesai. Resmi lah hubungan Desi dan Guntur. Sebelum makan-makan, kita diam menunggu diluar, ya, benar2 diluar kali ini. Desi dan Guntur pun keluar menghampiri kita. Oh tidak, Desi saja yang menghampiri kita dan Guntur menghampiri dua cowo yang tadi celingak-celinguk. Hemmmm ternyata temen nya Guntur, pikirku. Desi menyuruh kita untuk ke dalam mengambil makan. Tapi melihat keadaan di dalam yang masih banyak ”petua-petua” yang masih sedang makan, kita sedikit mengundur waktu. Menyilahkan para ”petua” di dalam untuk makan dengan nyaman tanpa keributan yang akan kita buat saat mengambil makanan. Kita kembali cekakak-cekikik dengan ejekan sana-sini yang selalu dan wajar sekali yang biasa kita lakukan. Kedua kalinya Desi mengajak, keadaan di dalam sudah mulai melegang. Hanya ada Guntur dan dua teman nya itu. Masuklah kita dengan segala keributan yang akan dan telah dibuat. Lalu keluar dengan tangan penuh jingjingan. Kita memutuskan makan diluar karena sudah pasti di dalam itu tidak akan mampu memuat orang sebanyak SEPAKET. Yaa, selanjutnya begitu saja. Cekakak-cekikik (lagi), ngemil, ngegodain pasangan yang masing-masing sudah menggunakan cincin. Iri, iya iri. Melihat sahabat sendiri sudah memakai cincin dan tinggal menentukan tanggal, siapa yang tidak akan iri? Ahh tapi waktu aku masih jauh sepertinya untuk ke hal yang seperti ini. Kuliah saja masih 2 tahun lagi, setelah lulus pasti orang tua menuntut untuk mencari pekerjaan dulu. Lalu, kapan aku ada waktu untuk hanya sekedar memikirkan hal seperti ini? Atau, hal tentang cowo? Selipkan saja pada setiap waktu luang yang ada!
Hari-hari selanjutnya ya seperti hari-hari biasa yang biasa aku lakukan. Bangun telat, kuliah, pulang, tidur siang, makan, dan bla bla bla. Perkuliahan terasa datar jika bukan UAS. Selang seminggu setelah pertunangan, Desi menguhubungi aku. Dengan kabar ada yang ”menanyakan” aku. Nah loh. Pikiran aku mulai bercabang. Siapa? Mau apa? Harus gimana aku? Desi pun mulai menjelaskan, ”Ada tuh temen Guntur nanyain kamu. Pengen kenalan katanya. Orang nya baik ko, Nui. Waktu tunangan aku juga ada, sempet liat ga?” Sempet liat? Yang mana? Temen Guntur yang ada yang aku liat, itu pun aku ga begitu memperhatikan mukanya, cuma ada 2 orang cowo yang celingak-celinguk itu. Yang mana? ”Tar dia ngeadd Facebook nui ko” begitu kata Desi. Oh okey. Aku engga nunggu juga sih. Waktu Desi awal bilang begitu, aku kurang begitu tertarik, karena aku bukan tipe cewe yang nyaman dengan dikenalin dengan cara begitu, dan memang aku jarang bahkan belum pernah kenalan secara tidak langsung seperti ini. Cukup malu memang.
Tidak dengan waktu yang lama, keesokan harinya pun sudah ada Friend Request saat aku buka Facebook. Andra Surya Erlangga. Ya tanpa pikir panjang juga, aku langsung meng-Confirm. Ternyata dia cowo tinggi yang ada saat tunangan Desi itu. Setelah itu ya, tidak ada tindak lanjut. Baik dari aku, dari Andra itu, dari Desi, ataupun dari Guntur, sebagai teman Andra. Setelah itu ya keadaan berjalan seperti biasa saja. Tak ada yang berubah setelah aku berteman di Facebook dengan teman Guntur yang memiliki postur badan tinggi itu.
Tapi, seminggu kemudian, Desi tiba-tiba meng-sms untuk memastikan bahwa apakah aku ada keinginan untuk berkenalan dengan Andra atau tidak. Bingung juga menjawab pertanyaan Desi. Antara mau dan malu-malu, tepatnya. Tidak lama kemudian masuk lah sms dengan ketikan yang begitu baku, layaknya kalimat menggunakan EYD, dengan isi untuk berkenalan dengan membubuhkan nama Desi. Ya, sudah pasti itu Andra. Bahasa yang begituuu baku sedikit bikin aku canggung. Cewe yang kebiasaan becanda dengan bebas tiba-tiba harus mengetik sms dengan bahasa yang baku. Perubahan yang cukup sulit juga menurut aku.
Kita berlanjut smsan, semakin lama, bahasa smsan kita, tepatnya dia, sedikit berubah, semakin friendly. Dan aku mulai sedikit nyaman. Waktu luang saat pulang kerja, dia gunakan untuk menelefon aku. Jujur saja, jika untuk mengobrol secara langsung seperti menelfon, aku masih belum bisa alias canggung sekali. Topik apa yang akan kita obrolkan? Itu yang selalu menjadi pertanyaan saat ada tulisan ”Andra calling..” dilayar handphone. Andra yang selalu mencari topik, mengawali pembicaraan. Dan aku, yang selalu diam, tertawa saat Andra mengeluarkan joke-joke yang sebenarnya sedikit garing untuk ditanggapi. Tapi itu sedikit membuat aku kagum dengan sosok dia. Mampu mengendalikan suasana yang hening saat kehabisan topik.
Desi dan Guntur pun rutin menghubungiku. Tepatmya saling menghubungi. Ketertarikan aku pada Andra membuat aku ingin jauh lebih mengenal dia melalui Desi dan Guntur. Dukungan yang datang dari Desi dan Guntur cukup membuat aku yakin dan sedikit ”fly” dalam keseharian aku menanggapi Andra. Dari ibu dan SEPAKET pun aku mendapatkan dukungan yang bagus. Aku senang sekali. Dukungan yang aku terima, aku tangkap dengan positif. Semakin aku di dukung, aku semakin dan semakin tertarik akan  sosok Andra. Dia mempunyai mimpi yang tinggi sekali menurut aku, bakti terhadap orang tua, perhatian terhadap teteh dan adiknya, membuat aku semakin kagum dengan kepribadian dia.
SMS dan telefon tak ada henti di awal perkenalan. Macam-macam kegiatan tak terlewatkan untuk dilaporkan. Dia selalu memberi Doa dan dukungan dengan kata-kata bijak. Aku suka itu J Ucapan selamat pagi, selamat malam, ingatkan makan, ucapan berbuka puasa ataupun membangunkan sahur, ingatkan shalat, semua itu sungguh terasa indah. Hubungan kita menjadi lebih terasa akrab saat dia mulai memanggil nama aku dengan sebutan ”Nuy”. Klasik memang, tapi hal-hal sekecil inilah yang membuat aku semakin dan semakin yakin terhadap Andra.
Mencari waktu luang untuk ketemu pun kita jadikan topik dalam pembicaraan kita pada malam itu. Dia memutuskan besok untuk bertemu, dan itu terlalu mendadak menurut aku. Dengan alasan, ada acara berkumpul dan sekedar jalan-jalan dengan Bapak, aku menolak untuk bertemu esok hari. Tidak ada nada kecewa dalam ucapan dia, hanya ”Yaudah, lain kali aja yah. Tapi harus jadi. Hehe” membuat aku tenang dan yakin bahwa dia memang menunggu saat-saat kita bertemu.
Minggu berikutnya Andra tak kunjung mengajak. Sms dari dia pun semakin hari semakin berkurang intensitasnya. Galau, hal yang biasa anak muda lakukan, akhirnya menghampiriku. Begini rasanya. Tak ada enaknya! Sumpah. Sepanjang hari itu, yang aku lakukan hanya mengorak-abrik Facebook dia, melihat bolak-balik fotonya. Rasanya hilang sudah harapan aku untuk bertemu dia. Sms tidak ada, Yahoo Messenger tidak ada, apalagi telefon. Galaaaauu all day long! Kebetulan saat aku ”berkunjung” ke Facebook Andra, ada anak SEPAKET yang sedang online. Tanpa pikir panjang, bahkan tidak bepikir, aku langung chatting dengan dia, Puput namanya. Panjang lebar aku cerita semuanya. Bahkan aku ceritakan kata-kata ”manis” yang pernah Andra ucapkan sama aku. Misalnya, pada saat itu, pada saat aku online Yahoo Messenger, aku menulis status ”How deep is your love?” lalu setelah aku memasang kata-kata itu, aku bergegas ke bawah karena ibu menyuruh aku mengantarkan adik. Selesai mengantar pun aku langsung menuju notebook dan ya! Ada messege offline dari Andra berisi ”Sedalam lautan di samudra Atlantik” . Ya, itu menjadi yang salah satu paling manis, menurutku.
Ditengah percakapan aku dengan Putri, tiba-tiba sms masuk ”Andra Erlangga”. Huwaaaaaaa aku langsung loncat-loncat. Rasanya seperti, minum air yang super seger ditengah hausnya dahaga setelah olahraga! Atau, diguyur air pegunungan ditengah hiking! Sungguh senang J ”Nuy, ard sedang dijalan menuju cicalengka. Ini masih di cicaheum. Sendiri pula L” itu isinya. Dan andai aku bisa menemani, aku akan. Yah, tapi itu kan hanya pengandaian, tidak mungkin juga aku lakukan. Setelah itu dan 2, 3, 4 hari kedepan hubungan kembali seperti semula. Sms, chatting, atau telefon.
Hari pertemuan pun sudah ditentukan. Entah kebetulan entah bagaimana, jam dan hari pertemuan kita bertepatan dengan hari ulang tahun sahabat aku dari SMP. Dan hari ulang tahun itu sudah direncanakan jauh-jauh hari, tidak mungkin aku membatalkannya. Jadwal yang sudah direncanakan itu, jam 5 berkumpul untuk sekedar berdoa dan tiup lilin. Dan aku memutuskan untuk bertemu dengan Andra sebelum itu, tepatnya setelah Ashar. Gugup. Itu yang aku rasain. Selama ini aku hanya melihat dia melalui Facebook, mendengar suara dia hanya melalui handphone, berbincang dengan dia hanya melalui sms atau pun chatting. Senang luar biasa.
”Kamu dimana, Nuy? Andra udah nunggu dibelokan ya. Nah nah, Andra udah liat kamu nih, kamu muter balik aja, kejauhan, oke.” Yang bikin aku senang yaitu dia tau sosok aku! ”Mungkin dia sedikit memperhatikan kamu, saat tunangan Desi”, begitu pikirku. Kita masuk ke tempat makan pilihan Andra. Dan kita memesan makanan yang sama, duren. Ya, kita sama-sama sangat amat menyukai buah-buahan satu ini. Bisa dibilang tahap ”parah” kegemaran kita terhadap duren. Seperti biasa, aku hanya tertawa kecil menanggapi joke yang dia keluarkan dan sedikit berbicara. Itu salah satu kelemahan aku. Tapi aku juga ingin berteriak, mengungkapkan bahwa, ”Hey! Aku senang dengan pertemuan ini! Aku tak berharap ini menjadi pertemuan pertama dan terakhir!” yahhh, andai saja aku bisa melakukan hal ini.
Tapi ternyata aku salah dugaan, sepertinya pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir juga. ”daydiyduydeydoooy!” Send to Andra Erlangga. Beberapa saat kemudian, Messege from Andra Erlangga, ”nayniynuyneynoooy”. Balasan sms yang benar-benar seadanya. Semenjak bertemu itu, dia menjadi benar-benar begitu menjaga jarak. Aku tidak tahu ada apa dengan dia, maksud dan tujuan dia apa. SAKIT. Aku benar-benar merasa dibuang pada saat itu. “Sejahat itu kah Andra?” dan masih banyak pertanyaan lain.
Karena merasa sangat “down” seperti ini, aku menceritakan semua yang aku rasakan ke Desi. Tanpa arahan pun Desi melakukan tindakan dengan menghubungi langsung Andra. Dan tau apa yang Andra katakan pada Desi? “ Iya sih pengen ada yang ngurus atau apalah semacamnya, tapi Andra teh sedang fokus tes biantara darat dulu. Jadi ga mikirin kemana-mana dulu”. Kepercayaan aku terhadap Andra mulai meluntur, karena sikap dia yang sangat tiba-tiba berubah, menurutku.
“Nuy, maafin Andra ya. Gak pernah sekalipun Andra ada niat nyakitin kamu. Dari awal Andra berteman denganmu tak pernah terbesit dalam pikiranku untuk berlebih. Andra takut ada yang ga enak dihatimu, Nuy. Makanya Andra minta maaf. Sekarang Andra benar-benar merasa banyak tekanan dari mana-mana. Sekali lagi Andra minta maaf ya J” Apakah tidak terlalu tiba-tiba ucapan dia yang seperti ini? Aku semakin dibuat bingung oleh dia. Apa yang ada dipikiran dia? Tentu saja aku semakin sakit dengan statement dia yang seperti ini. Hanya bisa mengusap dada. Itu yang bisa aku lakukan sekarang.
Dan setelah itu pun, telefon tidak ada, sms semakin irit, dan chatting pun sedikit dilakukan.
Hingga pada akhirnya kita benar-benar lost contact. Aku masih tidak mengerti alasan dia melakukan hal seperti ini. Apa memang dia hanya menganggap aku sebagai teman dari awal? Lalu, apa arti dari semua kata-kata yang pernah dia ucapkan padaku? Apa arti dari dukungan Desi dan Guntur yang telah mengenalkan aku dengan dia? Tidak semudah itu aku dapat melupakan seseorang seperti Andra. Tidak semudah itu membelokkan ”rasa” menjadi arah pertemanan. Butuh waktu dan alasan yang kuat dari Andra kenapa dia seperti ini.
Desi, meminta maaf atas apa yang telah Andra lakukan terhadap aku. Apa perlu? Tentu saja tidak! Karena dalam kejadian ini tidak dapat saling menyalahkan, karena menurut aku memang tak ada yang salah. Aku masih bisa mengkontrol emosi ditengah gejolak batin yang begitu mengacaukan hati dan pikiran. Karena masih ada SEPAKET, orang tua, teman-teman kuliah yang tidak henti mendukung dan tetap berada disisi aku sampai kapanpun.
Ini semua bisa menjadi suatu pelajaran untuk aku. Untuk tidak terlalu banyak berharap pada seseorang yang belum tentu dapat memenuhi harapan kita. Semakin besar harapan yang kita miliki terhadap dia, semakin besar pula potensi kita untuk mengalami suatu kekecewaan yang amat teramat sangat.